2013/03/03

Proses Masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia


Proses Masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia
Portugis melakukan perjalanan ke India tepatnya di Calcuta dan Goa yang di pimpin oleh Albuquerque untuk mencari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaka pada tahun 1511 yang di pimpin oleh Fransisco Serro, tetapi Malaka bukanlah pusat dari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512 dan di terima baik oleh kerajaan Ternate karena sedang mangalami konflik dengan Tidore.
Spanyol melakukan perjalanan ke Philipina yang di pimpin oleh Magelhaens untuk mencari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1527 yang di pimpin oleh Sabastian Delcanno, dan di terima baik oleh kerajaan Tidore karena sedang mengalami konflik dengan Ternate.
         Portugis dan Spanyol pun bertemu di Maluku, maka timbulah perang berebut daerah rempah-rempah. Sehingga Paus pun turun tangan dan mengeluarkan Perjanjian Saragosa yang berisi : 1. Portugis tetap di Maluku
           2.  Sedangkan Spanyol kembali ke Philipina
       Belanda melakukan perjalanan ke Banten pada tahun 1596 yang di pimpin oleh Cornelis De Houtman untuk mencari rempah-rempah, dan di terima baik oleh Banten karena sedang mengalami konflik dengan Palembang.
       Perjalanan Belanda yang ke dua di pimpin oleh Van Neck dan War Vick  ke Palembang dan di terima dengan baik karena sedang mengalami konflik dengan Banten.
Dengan berjalannya waktu banyak orang-orang Belanda yang datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Kemudian terjadilah persaingan antar sesama pedagang dari Belanda, sehingga  John Van Barnevelt membentuk organisasi dagang yang di beri nama VOC, dengan tujuan untuk mempersatukan antar pedagang-pedagang dari Belanda. VOC ini terdiri dari Dewan 17, Dewan 8 , dan Gubernur Jenderal.
 Gubernur Jenderal yang pertama bernama Pieter Both yang berkedudukan di Ambon, Gubernur Jenderal yang ke dua bernama   J.P Coen yang berkedudukan di Batavia. Sehungga terbentuklah Hak Octrooi ( hak istimewa ) dari pemerintah Belanda untuk VOC yang berisi :
1.    Hak monopoli perdagangan.
2.   Hak memiliki tentara dan mengadili sendiri.
3.  Hak membuat perjanjian dengan Negara lain.
4.   Mengangkat personil atas dasar sumpah setia.
5.   Melakukan peperangan.
6.   Mencetak uang.
Dengan berjalannya waktu VOC mengeluarkan biaya yang besar untuk perang, kemudian banyak pegawai yang melakukan korupsi sehingga kas Negara kosong. Dan pada tanggal 31 Desember 1799 VOC di bubarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar